🎄 Partisipasi Politik Berdasarkan Wujud Sumbangan Yaitu

politikdan partisipasi politik. Partisipasi pemilih pemula dalam pilbup langsung memang erat kaitanya dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Banyak pertimbangan dalam menggunakan hak pilihnya. Bisa melihat dari sisi visi misi kandidat yang bagus meskipun tidak ada jaminan setelah kandidat terpilih. Selain itu berupa acuan yang Bentukperwujudan partisipasi politik bebas aktif dalam perdamaian dunia politik luar negeri indonesia mempunyai landasan atau dasar hukum yang sangat kuat, karena diatur dalam uud 1945. Berikut ini terdapat beberapa opolitik luar negeri bebas aktif dan pelaksanaannya, antara lain: Wujudnyata partisipasi pada tahap ini dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu partisipasi dalam bentuk sumbangan pemikiran, bentuk sumbangan materi, dan bentuk keterlibatan sebagai anggota proyek. Menurut Taufiqullah (2007), partisipasi masyarakat dalam hal sumbangan Participation", bahwa terdapat 8 Tingkat tingkat partisipasi berdasarkan Partisipasispontan, yaitu partsipasi yang terbentuk secara spontan dan tumbuh karena motivasi intrinsicberupa pemahaman, penghayatan, atau keyakinannya sendiri, tanpa adanya pengaruh yang diterimanya dari penyuluhan atau bujukan yang dilakukan oleh pihak lain (baik individu maupun lembaga masyarakat). b. PERANPARTAI POLITIK DALAM PARTISIPASI DAN ASPIRASI POLITIK DI TINGKAT PEMERINTAHAN DESA 2.1 Pengertian Partai Politik Berdasarkan pasal 1 Undang-Undang No 2 Tahun 2011 tentang Perubahan (dalam Calise dan Lowi, 2010:169), yaitu bahwa dalam melakukan partisipasi politik, cara yang digunakan salah satunya yang bersifat paksaan Partisipasipolitik berdasarkan wujud sumbangan yaitu - 12995312 alifyamuhammadoyqojt alifyamuhammadoyqojt 01.11.2017 PPKn Sekolah Menengah Atas terjawab • terverifikasi oleh ahli Partisipasi politik berdasarkan wujud sumbangan yaitu 1 Lihat jawaban Iklan Penelitianini mampu memberikan sumbangan pemikiran bagi para pelaku gerakan sosial politik dan juga tim kampanye aktor politik di suatu daerah. Organisasi Teman Ahok ini dibentuk oleh lima orang pemuda yang pada saat itu belum mempunyai latar belakang di dunia politik yaitu Amalia Ayuningtyas, Aditya Yogi prabowo, Muhamad Fathony, Singgih Agarperilaku partisipasi politik tersebut dilakukan Partisipasipendanaan politik oleh publik harus dibarengi oleh transparansi berupa keterbukaan dan kemudahan akses agar laporan penggunaan dananya bisa dilihat oleh publik. Undang-Undang Nomor 2 . - Partisipasi Politik adalah keikutsertaan warga atau masyarakat dalam berbagai proses politik. Ramlan Surbakti sebagaimana yang dikutip oleh Cholisin 2007150 memberikan definisi singkat mengenai partisipasi politik sebagai bentuk keikutsertaan warga negara biasa dalam menentukan segala keputusan yang menyangkut atau mempengaruhi satu bentuk partisipasi politik di lingkungan masyarakat yaitu dengan mengadakan forum warga dan terlibat dalam pemilihan ketua RT, RW, kepala desa, ketua organisasi masyarakat, dan sebagainya. Dilansir dari buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas X yang ditulis oleh Tolib dan Nuryadi 2016 partisipasi politik adalah kegiatan yang dilakukan oleh warga negara, baik secara individu maupun kolektif. Partisipasi tersebut dapat dilakukan atas dasar keinginan sendiri maupun dorongan dari pihak lain. Partisipasi politik juga didefinisikan sebagai kegiatan pribadi warga negara yang legal. Tujuan dari partisipasi politik adalah untuk mempengaruhi keputusan politik yang akan diambil oleh pemerintah, agar keputusan tersebut menguntungkannya. Partisipasi politik dapat terwujud dalam bentuk perilaku anggota masyarakat. Partisipasi dan perilaku politik harus berlandaskan pada nilai dan norma yang berlaku. Partisipasi politik yang baik akan terwujud oleh masyarakat politik yang sudah mapan. Suatu komunitas masyarakat dapat disebut masyarakat politik, jika masyarakat tersebut telah memiliki ciri-ciri - Selalu ada kelompok yang memerintah dan Memiliki sistem pemerintahan tertentu yang mengatur Masyarakat memiliki lembaga-lembaga yang menyelenggarakan Memilki tujuan tertentu yang mengikat seluruh Memahami informasi dasar tentang siapa yang memegang kekuasaan dan bagaimana sebuah institusi Dapat menerima perbedaan Memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap masalah-masalah yang dihadapi Memiliki rasa tanggung jawab terhadap perkembangan dan keadaan negara dan Memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam kegiatan perumusan penentuan kebijakan negara, mengawasi dan mendukung pelaksanaan kebijakan tersebut dalam berbagai bidang Menyadari akan pentingnya pembelaan terhadap negara, kedaulatan, keberadaan, dan keutuhan Memahami, menyadari, dan melaksanakan sikap dan perilaku yang sesuia dengan hak dan kewajibannya sebagai warga masyarakat dan warga Partisipasi Politik di Lingkungan MasyarakatDikutip dari modul pembelajaran PKN Kelas X terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Direktorat Sekolah Menengah Atas 2020, berikut ini contoh partisipasi politik di lingkungan masyarakat 1. Forum warga. 2. Pemilihan ketua RT, RW, Kepala Desa, Ketua organisasi Masyarakat dan sebagainya. 3. Pembuatan peraturan yang berupa anggaran dasar dan anggaran rumah tangga bagi organisasi masyarakat, koperasi, RT/RW, Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa LMD, dan sebagainya. 4. Penyampaian pendapat atau aspirasi baik secara lisan ataupun tertulis kepada melalui lembaga perwakilan rakyat atau melalui media massa seperti koran, majalah dan sebagainya. Agar perilaku partisipasi politik tersebut dilakukan sesuai dengan aturan, maka harus memperhatikan beberapa ketentuan yang meliputi 1. Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. 2. Peraturan perundang-undangan yang terkait, misalnya undang-undang HAM, undang-undang partai politk dan sebagainya. 3. Peraturan yang berlaku khusus di lingkungan setempat, seperti peraturan RT/RW, Peraturan Desa dan sebagainya. 4. Norma-norma sosial yang berlaku. Baca juga Apa Makna Simbol yang Terdapat pada Garuda Pancasila? Contoh Pengamalan Pancasila Sila ke-4 di Lingkungan Masyarakat - Pendidikan Kontributor Ega KrisnawatiPenulis Ega KrisnawatiEditor Yandri Daniel Damaledo Pengertian Partisipasi Politik, Jenis, Bentuk dan Bentuk Partisipasi Politik Menurut Para Ahli Lengkap – Secara harfiah, partisipasi politik berarti keikutsertaan dalam konteks politik yang mengacu pada pada keikutsertaan warga dalam berbagai proses politik. Secara umum, pengertian partisispasi politik adalah suatu kegiatan warga negara baik sebagai perseorangan maupun berkelompok dalam bidang politik. Kegiatan yang dianggap sebagai bentuk atau jenis partisipasi politik, diantaranya yaitu pemberian suara dalam pemilihan umum, menjadi anggota partai Politik dan lain sebagainya. Huntington dan Nelson Menurut Huntington dan Nelson dalam buku No Easy Choice; Political Participation in Developing Countries, Partisipasi Politik adalah egiatan warga negara yang bertindak sebagai pribadi-pribadi dengan maksud untuk mempengaruhi pembuatan keputusan oleh pemerintah. Partisipasi dapat bersifat individual atau kolektif, berkelanjutan atau sporadis, damai atau dengan kekerasan, legal atau ilegal, efektif atau tidak efektif. Herbert McClosky Menurut Herbert McClosky, Partisipasi Politik adalah kegiatan-kegiatan sukarela dari warga negara masyarakat melalui mana mereka mengambil bagian dalam proses pemilihan penguasa dan secara langsung atau tidak langsung dalam proses pembentukan kebijakan umum. Miriam Budiardjo Menurut Miriam Budiardjo, Partisipasi Politik adalah kegiatan seseorang atau suatu kelompok orang untuk ikut secara aktif dalam suatu kehidupan politik, dengan jalan memilih pemimpin negara dan secara langsung atau tidak langsung memengaruhi kebijakan pemerintah. Kevin R. Hardwick Menurut Kevin R. Hardwick, Partisipasi Politik adalah memberikan perhatian pada cara warga negara berinteraksi dengan pemerintah, warga negara berupaya menyampaikan kepentingan mereka terhadap pejabat publik agar mampu mewujudkan kepentingan tersebut. Norman H. Nie dan Sidney Verba Menurut Norman H. Nie dan Sidney Verba, Partisipasi Politik adalah kegiatan warga negara yang legal, yang sedikit banyak yang langsung bertujuan memengaurhi seleksi pejabat suatu negara dan ataupun tindakan yang diambil oleh mereka. Keit Fauls Menurut Keit Fauls, Partisipasi Politik adalah keterlibatan secara aktif dari individu atau kelompok ke dalam proses pemerintahan. Isbandi Menurut Isbandi, Partisipasi politik adalah keikutsertaan masyarakat dalam proses pengindentifikasian masalah dan potensi yang ada di masyarakat, pemilihan dan pengambilan keputusan tentang alternatif solusi untuk menangani masalah, pelaksanaan upaya mengatasi maslaah, dan keterlibatan masyarakat dalam proses mengevaluasi perubahan yang terjadi. Ramlan Surbakti Menurut Ramlan Surbakti, Partisipasi Politik adalah keikutsertaan warga negara biasa dalam menentukan segala bentuk keputusan yang menyangkut atau mempengaruhi hidupnya. Michael Rush dan Philip Althoft Menurut Michael Rush dan Philip Althoft, Partisipasi Politik adalah keterlibatan individu sampai pada bermacam-macam tingkatan di dalam sistem politik. Ach. Wazir Ws., et al. Menurut Ach. Wazir Ws., et al., Partisipasi Politik adalah keikutsertaan seseorang secara sadar ke dalam situasi tertentu. Jenis-Jenis Partisipasi Politik Menurut Milbrath dan Goel, jenis partisipasi politik dibagi menjadi Partisipasi Apatis, yaitu orang yang menarik diri dari proses politik Partisipasi Spektor, yaitu orang yang setidak-tidaknya pernah ikut dalam pemilihan umum. Partisipasi Gladiator, yaitu orang yang terlibat aktif dalam proses politik sebagai komunikator dengan tugas khusus mengadakan kontak tatap muka, aktivis, partai dan pekerja kampanye serta aktivis masyarakat. Partisipasi pengkritik, yaitu orang yang berpartisipasi dalam bentuk yang tidak konvensional. Menurut Goel dan Olsen, berdasarkan partisipasi dibagi menjadi 6 jenis yaitu Pemimpin politik Aktivitas Politik Komunikator Orang yang menerima dan menyampaikan ide, sikap dan informasi politik lainnya pada orang lain, Warga negara marjinal orang yang sedikit melakukan kontak dengan sistem politik Orang yang terisolasi orang yang jarang melakukan partisipasi politik. Berdasarkan sifatnya, jenis partisipasi dibedakan menjadi 2 dua, yaitu Partisipasi bersifat Sukarela otonom Partisipasi bersifat desakan mobilisasi Bentuk-Bentuk Partisipasi Politik Menurut Huntington dan Nelson, partisipasi politik dapat terwujud dalam berbagai kegiatan atau perilaku, seperti a. Elektoral aktivity, yaitu kegiatan pemilihan yang mencakup suara, sumbangan untuk kampanye, mencari dukungan atau setiap tindakan yang bertujuan dalam mempengaruhi hasil dari suatu proses pemilihan. b. Lobbying, yaitu kegiatan yang mencakup upaya baik perorangan ataupun kelompok untuk menghubungi pejabat pemerintahan dan pemimpin politik dengan tujuan mempengaruhi keputusan mereka tentang persoalan yang menyangkut kepentingan umum. c. Kegiatan organisasi, yaitu kegiatan yang menyangkut partisipasi sebagai anggota dalam suatu organisasi yang memiliki tujuan utama mempengharuhi pengambilan keputusan dari pemerintah d. Mencari suatu koneksi contacting, yaitu tindakan yang dilakukan perseorangan untuk pejabat pemerintah dengan maksud memperoleh manfaat bagi satu atau sekelompok orang. e. Tindakan kekerasan violence, yaitu suatu upaya untuk mempengaruhi keputusan dari pemerintah dengan suatu jalan menimbulkan kerugian fisik terhadap orang atau benda. Olehnya itu kekerasan dicerminkan motivasi yang lebih kuat. Menurut Dalton, bentuk partisipasi politik diantaranya yaitu a. Vonting, yaitu bentuk partisipasi yang saling terkait dengan pemilihan. Vonting merupakan bentuk paling sederhana untuk mengukur tingkat partisipasi. b. Campaign activity, yaitu suatu aktivitas kampanye yang mewakili suatu bentuk partisipasi yang merupakan suatu perluasan dari pemilihan extension of electoral participation. Termasuk di dalamnya bekerja untuk partai ataupun seorang kandidat, demi menghadiri pertemuan kampanye, melakukan persuasi terhadap orang lain untuk memilih, dan segala bentuk aktivitas selama dan antara pemilihan. c. Communal activity, yaitu bentuk partisipasi yang berbeda dengan aktivitas kampanye karena aktivitas komunal merupakan tempat di luar setting pemilihan. Termasuk keterlibatan dalam suatu kelompok masyarakat yang interest dan concern dengan kebijakan umum seperti kelompok studi lingkungan, kelompok wanita, ataupun proteksi terhadap suatu konsumen. d. Contacting personal on personal matters, yaitu bentuk partisipasi berupa individu dalam melakukan kontak terhadap individu terkait dengan materi tertentu yang melekat pada orang tersebut yang dibutuhkan suatu inisiatif dan informasi yang tinggi terkait isu yang juga spesifik, dalam kontak yang sifatnya perseorangan. Bentuk partisipasi tersebut seringkali digunakan dalam membangun pengertian, kepercayaan, mencari koneksi, ataupun membangun suatu jaringan. e. Protest, yaitu bentuk partisipasi yang unconventional. Meskipun dari individu yang memilih, bentuk partisipasi ini sering ada di luar jalur atau saluran yang normal, tapi juga seringkali menjadi bagian penting yang berada dalam proses demokratisasi. Faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Politik Menurut Nimmo, faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik, diantaranya yaitu a. Peluang resmi, yaitu kesempatan seseorang terlibat dalam partisipasi politik yang didukung kebijakan yang dibuat oleh negara. b. Sumber daya sosial yang berarti partisipasi ditentukan oleh kelas sosial dan perbedaan geografis. Dalam kenyataannya tidak semua orang memilliki peluang yang sama berkenaan dengan suatu sumber daya sosial dan sumber daya ekonomi untuk terlibat dalam partisipasi politik. Berkaitan dengan perbedaan demografis tersebut, ada juga perbedaan dalam partisipasi misalnya usia, jenis kelamin, suku, tempat tinggal, agama dan lain sebagainya. c. Motivasi personal, yaitu motif yang mendasari kegiatan berpolitik yang sangat bervariasi. Motif tersebut disengaja ataupun tidak disengaja, rasional ataupun tidak emosional, diilhami psikologis atau sosial, yang diarahkan dari dalam diri sendiri ataupun dari luar dan dipikirkan atau tidak dipikirkan. Demikian penjelasan tentang Pengertian Partisipasi Politik, Jenis, Bentuk dan Bentuk Partisipasi Politik Menurut Para Ahli Lengkap . Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada postingan selanjutnya. Baca Artikel Lainnya Pengertian Partai Politik, Ciri, Tujuan, Fungsi, Macam dan Contoh Partai Politik Lengkap Pengertian Lembaga Politik, Ciri, Fungsi dan Contoh Lembaga Politik Pengertian Budaya Politik, Ciri-Ciri, Komponen, Tipe Dan Contoh Budaya Politik Terlengkap Sarana Sosialisasi Politik Dan Cara Menyalurkan Penyampaian Tuntutan Terlengkap Pengertian, Fungsi, Dan Macam Macam Sistem Politik Terlengkap Daftar isiPengertian Partisipasi PolitikTeori Partisipasi PolitikKonsep Partisipasi PolitikFaktor yang Mempengaruhi Partisipasi PolitikLandasan Partisipasi PolitikBentuk Partisipasi PolitikJenis Partisipasi PolitikContoh Partisipasi PolitikIndonesia merupakan negara demokratis yang sangat mengutamakan partisipasi serta aspirasi masyarakatnya. Baik dalam pemerintahan, politik, ekonomi, serta kebijakan pemerintahan lainnya. Hal tersebut dilatarbelakangi karena Indonesia sangat menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia HAM.Salah satu partispasi masyarakat yang sangat dihargai oleh pemerintah adalah partisipasi politik. Partisipasi masyarakat dalam bidang perpolitikan ini tentunya sangat mendukung peran Indonesia sebagai negara yang demokratis. Berikut merupakan pemaparan mendetail mengenai partisipasi Secara UmumSecara harfiah, partisipasi politik merupakan keikutsertaan aktif masyaarakat dalam konteks kegiatan dan kebijakan politik. Yang mana sangat diupayakan masyarakat dapat berperan aktif dalam semua kebijakan politik yang umum, partisipasi masyarakat dapat diartikan sebagai sebuah kegiatan positif yang dilakukan oleh seluruh masyarakat, baik perseorangan maupun kelompok tentunya dalam bidang Menurut Para AhliUntuk dapat memahami secara mendetail mengenai partisipasi politik, berikut merupakan pendapat pendapat para ahli mengenai pengertian partisipasi Budiardjo 19821, partisipasi politik adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, yaitu dengan jalan memilih pimpinan negara dan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kebijakan pemerintah public policy. Kegiatan ini mencakup tindakan seperti memberikan suara dalam pemilihan umum, menghadiri rapat umum, menjadi anggota suatu partai atau kelompok kepentingan, mengadakan hubungan contacting dengan pejabat pemerintah atau anggota parlemen, dan Herbert Mc Closky Budiardjo, 2008183-184, partisipasi politik adalah kegiatan-kegiatan sukarela voluntary dari warga masyarakat melalui cara mereka mengambil bagian dalam proses pemilihan penguasa, dan secara langsung atau tidak langsung, dalam proses pembuatan atau pembentukan kebijakan Ramlan Surbakti 1992140, partisipasi politik sebagai keterlibatan warga negara biasa dalam menentukan segala keputusan yang menyangkut atau mempengaruhi Kevin R. Hardwick, Partisipasi Politik adalah memberikan perhatian pada cara warga negara berinteraksi dengan pemerintah, warga negara berupaya menyampaikan kepentingan mereka terhadap pejabat publik agar mampu mewujudkan kepentingan Norman H. Nie dan Sidney Verba, Partisipasi Politik adalah kegiatan warga negara yang legal, yang sedikit banyak yang langsung bertujuan memengaurhi seleksi pejabat suatu negara dan ataupun tindakan yang diambil oleh Keit Fauls, Partisipasi Politik adalah keterlibatan secara aktif dari individu atau kelompok ke dalam proses Isbandi, Partisipasi politik adalah keikutsertaan masyarakat dalam proses pengindentifikasian masalah dan potensi yang ada di masyarakat, pemilihan dan pengambilan keputusan tentang alternatif solusi untuk menangani masalah, pelaksanaan upaya mengatasi maslaah, dan keterlibatan masyarakat dalam proses mengevaluasi perubahan yang Michael Rush dan Philip Althoft, Partisipasi Politik adalah keterlibatan individu sampai pada bermacam-macam tingkatan di dalam sistem Partisipasi PolitikTeori partisipasi ini sebenarnya berasal dari ilmu politik dan juga teori dari pembangunan. Partisipasi dianggap sebagai sebuah hal penting yang mampu mempengaruhi perkembangan pembangunan nasional yang sedang Slamet 20038, terdapat tiga teori yang berkaitan dengan konsep dari partisipasi itu sendiri. Yang mana juga teori ini sangat berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan masyarakat yang lebih demokratis. Ketiga teori tersebut mencakup, teori partisipasi politik, teori partisipasi sosial, dan juga teori teori partisipasi partisipasi politik atau political participation merupakan konsep dari partisipasi yang diarahkan pada tujuan untuk mempengaruhi lembaga lembaga teori ini lebih ditekankan bahwa semua aspirasi yang diajukan oleh masyarakat semata mata ditujukan untuk mempengaruhi hasil kebijakan yang akan Partisipasi PolitikKonsep dari partisipasi politik ini lebih condong pada penggambaran proses partisipasi masyarakat dalam semua perencanaan, pengambilan keputusan, dan juga menentukan konsep kehidupan dilakukan secara langsung dengan turut serta dalam pemerintahan, ataupun hanya sekedar memberikan kontribusi aspirasi yang aktif dana setiap konsep partisipasi politik lebih ditekankan pada berbagai tindakan ataupun perilaku masyarakat dalam mempengaruhi penetapan kebijakan tersebut. Seperti yang kita tahu, masyarakat merupakan pemegang kedaulatan tertinggi dalam sistem mana masyarakat memiliki haknya untuk berpartisipasi dalam setiap proses dan kegiatan pemerintah. Untuk dapat memenuhi hak tersebut, pihak pemerintah harus senantiasa menerapkan asas transparasinya kepada masyarakat yang Mempengaruhi Partisipasi PolitikTentunya terdapat beberapa faktor yang membuat partisipasi politik sangat dinilai penting untuk modernisasi politik. Berikut merupakan faktor faktor yang sangat mempengaruhi adanya partisipasi politik, menurut pemparan resmi, dalam pelaksanaannya adanya partisipasi politik sangat didukung oleh pemerintah. Bahkan terdapat beberapa kebijakan pemerintah yang membuka peluang selebar lebarnya untuk partisipasi masyarakat. Yang mana hal tersebut disebabkan karena pemerintah sangat menganggap bahwa partisipasi politik merupakan hal yang sangat penting. Dan tentunya snagat berpengaruh terhadap perkembangan politik pemerintahan sumber daya sosial. Yang mana dalam hal ini segala partisipasi politik dari masyarakat sangat ditentukan oleh kelas sosial dan letak geografisnya. Dalam artian sebagian orang tidak memiliki haknya secara utuh untuk dapat berpartisipasi dalam dunia politik. Seringkali hal tersebut disebabkan karena perbedaan strata dan kondisi ekonomi yanga personal, terkadang terdapat beberapa dorongan yang berasal dari diri sendiri untuk ikut serta dalam dunia politik pemerintahan. Dorongan tersebutlah yang dinamakan sebagai motivasi. Seringkali hal ini muncul karena adanya rasa simpati dan empati yang muncul terhadap kondisi politik saat ini. Sehingga secara tidak langsung, hati tergerak untuk ikut berperan aktif dalamm mewujudkan dunia politik yang bebas dari pengaruh tersebut tidak diberikan secara langsung oleh masyarakat dengan turut andilnya mereka dalam pemerintah. Melainkan diberikan secara tidak langsung dalam bentuk aspirasi dan lain Partisipasi PolitikAdapun beberapa landasan partisipasi politik yang sudah dibagi sesuai dengan asal usul individu yang berperan dalam individu individu dengan strata sosial, pendapatan, dan kesamaan jenis atau komunal, individu dengan asal usul ras, agama, bahasa , dan kebudayaan yang dan kelompok yang memiliki persaman tempat tinggal atau daerah dan kelompok yang memiliki persamaan dalam hal organisasi dan sistem Partisipasi PolitikAdapun bentuk dari partisipasi politik yang activity, segala kegiatan yang berkaitan dengan pemilihan, baik langsung maupun secara tidak langsung. Kegiatan yang termasuk dalam kategori ini mencakup keikutsertaan dlam proses memberikan sumbangan atau menjadi relawan dalam sebuah kegiatan kampanye, memberikan suaranya kepada calon yang terdaftar dalam pemilihan dan lain sebuah tindakan yang dilakukan oleh seseorang maupun kelompok orang yang bertujuan untuk menghubungi penjabat pemerintah yang berwenang ataupun tokoh politik lainnya untuk mempengaruhinya atas suatu permasalahan activity, sebuah kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam suatu kegiatan sosial dan politik. Entah menjabat sebagai pemimpin, aktivis, atau hanya sukarelawan bentuk partisipasi yang dilakukan oleh masyarakat secara langsung kepada pejabat pemerintah atau pihak yang berwenang. Baik dilakukan secara berkelompok atau individu bentuk partisipasi politikyang dilakukan dengan menggunakan cara kekerasan untuk mempengaruhi pemerintah sebagai pihak terkait. Yang mana dalam pelaksanaanya dapat dilakukan dengan cara kekerasan, pengacauan ataupun menurut Dalton bentuk partisipasi politik dapat ditemui menjadi beberapa bentuk seperti berikut,VotingCampaign activityCommunal activityContacting personal on personal mattersProtestJenis Partisipasi PolitikSecara umum, partisipasi politik telah dibedakan menjadi 3. Berikut penjelasanya mengenai jenis jenis dari partisipasi aktif, partisipasi yang menekankan pada proses input dan juga pasif, partisipasi politik yang sifatnya lebih menerima. Dan masyarakat merupakan subjek dari partisipasi pasif ini. Seringkali masyarakat hanya menerima kebijakan yang telah ditetapkan dengan mentah mentah saja. Masyarakat tidak mau untuk berpartisipasi dalam melaksanakan dan melancarkan jalannya kebijakan itu. Yang tentunya sebagai bentuk timbal balik yang dapat diberikan kepada pemerintah atas putih atau golongan apatis, golongan ini adalah golongan yang seringkali tidak mau tau dengan kondisi politik yang terjadi saat ini. Sehingga mereka tidak memiliki dorongan apapun untuk berpartsipasi dalam menurut Milbrath dan Goel, jenis partisipasi politik dibedakan menjadi 4 jenis yang mana sebagai berikut,Partisipasi politik apatis, kelompok ataupun perseorangan yang memiliki kecenderungan untuk menarik diri dari proses politik ataupun kegiatan perpolitikan politik spector, partisipasi politik yang dilakukan oleh individu maupun kelompok yang mana sifatnya tidak terlalu aktif. Setidaknya orang tersebut pernah berpartisipasi dalam dunia politik walaupun hanya politik gladiator, bentuk partisipasi politik yang aktif,baik dalam perannya sebaggai komunikator, aktivis, ataupun spesialis yang sangat berkaitan dengan dunia politik pengritik, orang ataupun kelompok yang berpartisipasi dalam dunia politik namun dalam bentuk yang tidak dilihat dari sifatnya politik terbagi menjadi dua jenis yaitu,Partisipasi bersifat Sukarela otonom.Partisipasi bersifat desakan mobilisasi.Contoh Partisipasi PolitikAdapun beberaapa contoh dari partisipasi politik yang dilakukan oleh aktif dalam memilih dalam pemilihan anggota aktif sebuah partai politik, ataupun kelompok kepentingan tertentu dalam konteks kegiatan sebagai salah satu lembaga pemerintahan, seperti Presiden, MPR,DPR, dan tim sukarelawan dalam sebuah kegiatan kampanye lembaga beberapa forum yang berkaitan dengan dunia mungkin memberikan pengaruhkepada pembuat keputusan perihal kebijakan dan produk yang akan ditetapkan. Tentunya dengan berdasarkan aspirasi dari masyarakat.

partisipasi politik berdasarkan wujud sumbangan yaitu