šŸŽ‘ Pemilihan Materi Pertunjukan Didasarkan Pada Pertimbangan

Termasukdalam materi ilmu ekonomi pertanian adalah : 1)pengelolaan usahatani yang lebih efisien dengan menerapkan prinsip-prinsip optimisasi yakni : (a) hasil fisik yang maksimum (b) keuntungan optimum (c) penekanan biaya (masukan); 2)penguasaan dan pemasaran hasil-hasil pertanian; 3)penggunaan atau pemanfaatan kemudahan kredit produksi pertanian; KecamatanMojosari, Kabupaten Mojokerto. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (pur posive) dengan pertimbangan bahwa peternakan itik di Desa Modopuro merupakan salah satu sentra pengembangan ternak itik di provinsi Jawa Timur. Pengambilan data lapang dilakukan terhitung mulai pada bulan Juni hingga bulan Juli 2015. 1.2. Materi Penelitian 4 Dasar Pertimbangan Umum Dalam Pemilihan Sistem Konstruksi Kapal. Dalam sistem membujur, jika pembujur-pembujur alas, sisi maupun geladak dipasang menerus memanjang kapal secara efektif maka pembujur-pembujur tersebut akan merupakan bagian yang integral dengan badan kapal. Ini berarti bahwa pembujur-pembujur tersebut akan memperbesar modulus DasarPertimbangan Pemilihan Media. Dasar pertimbangan orang-orang memilih media antara lain yaitu: a. Merasa sudah akrab dengan media tersebut, b. Merasa media bisa berbuat lebih dari apa yang dilakukannya, misal untuk menarik minat, c. untuk memberi gambaran yang konkrit bagi anak didik. Jadi dasar pertimbangan untuk memilih suatu media Secararinci kriteria pemilihan materi ajar atau sumber belajar perlu memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut : 1) Relevansi. Relevansi bermakna bahwa materi yang disampaikan relevan dengan standard kompetensi dasar sebagai pengejawantahan kurikulum. Pada kompetensi dasar tersirat konsep yang harus diajarkan dan karakteristik konsepnya. MahkamahKonstitusi (MK) menolak permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (UU Pemilu). Karenastandar materi pokoktelah ditetapkan secara nasional, maka materi pokok tinggal disalin dari buku Standar kompetensi Mata Pelajaran. Sementara tugas para pengembang silabus adalah memberikan jabaran/ materi pokok tersebut ke dalam uraian meteri atau biasa disebut materi pembelajaran untuk memudahkan guru, sekaligus memberikan arah serta cakupan materi pembelajarannya. PemilihanCerita Pendek sebagai Materi Ajar Pembelajaran Sastra oleh Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMA di Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (a) cara guru memilih cerita pendek yang diajarkan dalam pembelajaran sastra di SMA Surakarta, (b) alasan guru memilih cerita pendek dengan cara tersebut, dan (c) pertimbangan Teorilokasi pertanian yang didasarkan pada pertimbangan jarak ke pasar dan sifat produk pertanian dikembangkan oleh: a. McPorter b. isaard c. weber d, harris e. von thunen. Ditanyakan oleh. Menurut teori Weber pemilihan lokasi industri didasarkan atas prinsip minimisasi biaya. Weber menyatakan bahwa lokasi setiap industri tergantung pada . Menentukan materi sajian tari bergantung pada tujuan penyelenggaraan pertunjukan. Jadi pemilihan materi pertunjukan didasarkan pada pertimbangan tujuan penyelenggaraan pertunjukan. Seni pertunjukan yaitu merupakan adalah karya seni yang melibatkan aksi individu atau kelompok di tempat dan waktu tertentu. performance biasanya melibatkan empat unsur waktu, ruang, tubuh si seniman dan hubungan seniman dengan pertunjukan adalah karya seni yang melibatkan tindakan individu atau kelompok pada tempat dan waktu tertentu. Ini mencakup empat elemen waktu, ruang, tubuh artis, dan hubungan antara artis dan penonton. Seni pertunjukan disajikan dalam bentuk seni pertunjukan untuk tujuan sisi lain, seni pertunjukan juga merupakan bentuk ekspresi budaya dan sarana mengkomunikasikan nilai-nilai budaya, norma estetika dan seni pada masanya. Jenis seni pertunjukan terdiri dari tari dan drama. Seni pertunjukan juga bisa dikatakan mencakup kegiatan seni arus utama seperti drama, tari, musik, dan sirkus, tetapi kegiatan seni ini biasa dikenal sebagai seni lebih lanjutMateri penjelasan tentang seni pertunjukan yaitu pada link penjelasan tentang contoh seni pertunjukan yaitu pada link penjelasan tentang jenis seni pertunjukan yaitu terdapat pada link jawabanKelas SD/ SMPMapel LainnyaBab -Kode -TingkatkanPrestasimuSPJ6 Media yang tepat memerlukan pertimbangan yang seksama dalam pemilihannya. Berikut ini dijelaskan empat tahapan dalam memilih Menganalisis peserta didik. Ada dua hal penting yang perlu dianalisis dalam memilih media, yakni karakteristik umum dan kompetensi siswa. Karakateristik umum yang perlu dipertimbangkan dalam memilih media meliputi usia, kelas, budaya dan status sosial-ekonomi. Usia dan kelas mengindikasikan bahwa tingkat perkembangan siswa penting untuk diperhatikan dalam memilih media. Penggunaan komposisi warna, ukuran media seperti ukuran huruf, bentuk media yang menarik bagi siswa dalam tahapan perkembangan anak-anak berbeda dengan siswa dalam tahapan perkembangan remaja. Budaya dan status sosial-ekonomi juga memberi pertimbangan tentang jenis media yang dapat dimanfaatkan, isi media, dan seterusnya. Penggunaan video sebagai media sangat sensitif dengan isu budaya dan kemungkinan sosial- ekonomi. Adapun kompetensi siswa yang perlu diperhatikan adalah pengetahuan dan keterampilan yang dipersyaratkan untuk dapat memanfaatkan atau mengakses media dan sikap siswa terhadap pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Ketika memilih film sebagai media, konselor perlu mempertimbangkan apakah konten film dapat dipahami oleh siswa dengan segala kemampuan yang dimilikinya ataukah tidak. Selain itu, dalam memilih media dipertimbangkan waktu penggunaannya pagi atau siang; di sela-sela aktivitas yang menggunakan tenaga fisik atau kelelahan secara psikologi/kognitif.2 Menetapkan tujuan media. Penggunaan media harus bertujuan untuk mendukung pencapaian tujuan layanan bimbingan dan konseling. Oleh karena itu, tujuan dimanfaatkan atau dipilihnya suatu media disesuaikan dengan tujuan layanan bimbingan dan konseling. Sangat disarankan agar media yang dikembangkan oleh konselor dapat mengarahkan fokus dan perhatian siswa pada materi atau topik yang sedang disampaikan dalam layanan. Konselor perlu mengantisipasi kemungkinan siswa lebih tertarik pada media yang digunakan daripada memusatkan perhatian mereka pada topik layanan yang Memilih media layanan bimbingan dan konseling. Pemilihan media dimulai dari pemilihan format atau jenis media. Beberapa format atau jenis media yang dimaksud meliputi visual, multimedia/hypermedia, dan format media lainnya. Setelah format media ditetapkan, konselor memilih bahan yang spesifik untuk menyusun media. Misalnya, konselor memilih media jenis visual yaitu poster. Maka, setelah jenis atau format poster dipilih konselor perlu mengumpulkan bahan seperti gambar, foto, grafik, dan beberapa materi terkait dengan topik layanan yang akan diberikan. Pemilihan media perlu memperhatikan beberapa prinsip, yaitua Media mengikuti tujuan layanan bimbingan dan konseling, bukan mendikte tujuan layanan bimbingan dan konseling. Prinsip ini sangat penting karena semua komponen perencanaan layanan bimbingan dan konseling, termasuk komponen media, diarahkan untuk mencapai tujuan layanan bimbingan dan konseling, yakni pencapaian perkembangan optimal dari setiap Konselor harus familiar dengan isi dan prosedur penggunaan media yang digunakan dalam layanan bimbingan dan konseling. Setelah memilih jenis atau format media, konselor dituntut untuk mampu mengaplikasikannya. Ketika konselor memiliki kendala dalam mengoperasionalkan media saat pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling, maka layanan bimbingan dan konseling akan terhambat dan bahkan tidak berjalan sebagaimana yang Media harus sesuai dengan metode layanan bimbingan dan konseling yang digunakan. Pada hakekatnya penggunaan media diarahkan untuk melayani langkah-langkah dan metode layanan bimbingan dan konseling agar hambatan interaksi dalam layanan bimbingan dan konseling dapat tereliminir sedemikian rupa. Oleh karenanya pemilihan media dalam layanan bimbingan dan konseling perlu mempertimbangkan metode layanan bimbingan dan konseling yang diaplikasikan. d Konselor harus memilih media layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dengan kemampuan siswa. Media yang dipilih konselor perlu untuk diselaraskan dengan kemampuan siswa. Artinya, jangan sampai media yang dipilih konselor dalam layanan bimbingan dan konseling tidak bisa dipahami siswa karena memang mereka belum memiliki pengetahuan prasyarat yang media harus objektif dan bukan didasarkan pada bias atau kesukaan konselor. Pemilihan media yang objektif secara berturut-turut didasarkan pada a tujuan layanan bimbingan dan konseling, b materi atau pokok bahasan yang disampaikan dalam layanan bimbingan dan konseling, dan c relevansinya dengan langkah atau tahapan layanan bimbingan dan konseling. Dengan demikian, bukan berarti ketika konselor terampil membuat slide power point PPT maka apapun topik yang dibahas dalam layanan bimbingan dan konseling disajikan dengan media berupa PPT. Jika hal demikian terjadi, maka dapat dimaknai konselor memilih media didasarkan pada preferensi atau kesukaannya Pemilihan media didasarkan atas kontribusinya terhadap layanan bimbingan dan konseling dan bukan didasarkan pada kemudahan dalam penggunaan. Media tidak sekedar dipilih karena mudah dan praktis untuk dimanfaatkan. Kontribusi terhadap pencapaian tujuan layanan bimbingan dan konseling, relevansi dengan materi atau konten layanan bimbingan dan konseling, serta dukungan terhadap metode layanan bimbingan dan konseling merupakan pertimbangan yang penting dalam memilih Tidak ada media yang sesuai untuk semua tujuan. Setiap media memiliki keunggulan dan kelemahan tertentu. Oleh karena itu, tidak ada media yang senantiasa dapat melayani semua tujuan, topik, dan metode layanan bimbingan dan konseling. Konselor harus bijak dalam memilih dan menggunakan media pada setiap layanan bimbingan dan konseling. 4. Menggunakan media. Setelah tiga langkah di atas dilalui dengan mempertimbangkan prinsip dalam pemilihan media, maka konselor sudah memilih media yang tepat untuk digunakan dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Penggunaan media dalam layanan bimbingan dan konseling diharapkan sinkron dan relevan dengan langkah-langkah layanan bimbingan dan konseling. Oleh karena itu, saat membuat perencanaan langkah layanan bimbingan dan konseling, konselor perlu membayangkan penggunaan media di dalamnya. Contoh, konselor merencanakan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan topik ā€œEtika Berkomunikasiā€ menggunakan teknik sosiodrama. Konselor merancang media berupa ā€œPapan Perilakuā€ yang di dalamnya termuat media jenis visual, yaitu gambar diam kumpulan beberapa foto. Maka, dalam Rancangan Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling RPLBK harus sudah dituliskan tahap-tahap pelaksanaannya, sedikitnya memuat 1 bagaimana prosedur sosiodrama akan dilaksanakan; 2 kapan media ā€œPapan Perilakuā€ akan digunakan; dan 3 bagaimana memadukan sosiodrama dan media ā€œPapan Perilaku. Sunawan, 2019. Modul 2 Materi Bidang Layanan Bimbingan dan Konseling. Kementerian Pendidikan dan kebudayaan. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Sebelum melakukan pemilihan materi pembelajaran alangkah baiknya kita mengetahui Kriteria pemilihan materi pelajaran atau materi bahan ajar. Kriteria pokok materi bahan ajar merupakan standar kompetensi atau kompetensi dasar yang telah ditentukan. Namun sebelum membahas hal-hal lain tentang materi pembelajaran atau bahan ajar itu sendiri kita perlu ketahui apa itu bahan ajar? Bahan aja merupakan salah satu bagian penting di dalam proses pembelajaran. Menurut Mulyasa 200696 mengemukakan yakni bahan ajar merupakan sumber ajar yang di artikan sebagai sesuatu yang mengandung pesan pembelajaran baik yang bersifat umum maupun bersifat pembelajaran instructional material merupakan bahan yang diperlukan untuk pembentukan keterampilan, pengetahuan, serta sikap yang harus di kuasai oleh siswa untuk memenuhi standar yang telah di tetapkan. Materi pelajaran merupakan posisi paling penting dari semua kurikulum agar pelaksanaannya dapat mencapai sasaran. Materi pembelajaran sendiri harus harus dipilih sesuai dengan kegiatan pelajarnya agar supaya materi yang di sampaikan benar-benar bisa mencapai standar kompetensi serta kompetensi dasar. Nah, setelah kita mengetahui kriteria dari bahan ajar maka sampailah pada langkah-langkah pemilihan bahan ajar. Langkah-langkah pemilihan bahan ajar yang pertama yaitu harus mengidentifikasi aspek-aspek apa saja yang terdapat dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar yang menjadi rujukan serta acuan dalam pemilihan bahan ajar. Setelah materi yang pertama selesai langkah berikutnya atau langkah yang kedua yaitu mengidentifikasi jenis-jenis bahan ajar serta langkah yang ke tiga yaitu memilih bahan ajar yang relevan dan sesuai dengan kompetensi yang terlah teridentifikasi. A. Mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalamstandar kompetensi dan kompetensi dasar. Sebelum menentukan materi pembelajaran pertama-fama perlu adanya identifikasi aspek standar dan dasar yang harus dipelajari siswa terlebih dahulu. Aspek tersebut perlu ditentukan karena setiap standar kompetensi dan kompetensi dasar memerlukan materi yang berbeda. Setiap standar kompetensi memerlukan bahan ajar atau materi pembelajaran yang berbeda demi membantu pencapaian nya. B. Identifikasi Jenis-jenis materi pembelajaran dapat dibedakan menjadi 3 aspek materi, yakni aspek materi kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik. Kemudian Materi aspek kognitif dibagi menjadi 4 jenis, yaitu fakta, konsep, prinsip dan prosedur Reigeluth, 1987 1. Materu jenis fakta merupakan materi berupa nama objek, tempat, nama orang, peristiwa sejarah, komponen benda dan lain sebagainya. 2. Konspep berupa definisi, hakekkat dan isi3. prinsip berupa rumus, paradigma dan Materi prosedur berupa langkah-langkah untuk mengerjakan sesuatu secara berurut. 1 2 3 4 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya

pemilihan materi pertunjukan didasarkan pada pertimbangan